Tangkuban Parahu

nampaknya sudah terlalu lama ngga buka blog ini, penghuninya nambah, ada laba-laba disarangnya, nyamuk juga udah banyak. hahaha #skip

okeee, just wanna share. gatau kenapa, selalu exciting kalo diajakin ke alam bebas dan ga bisa nolak meskipun udah pernah kesana beberapa kali. Kali ini, saya cuma mau bernostalgia tentang sejarah Tangkuban Parahu yang ‘konon’ katanya berasal dari sebuah perahu yang terbalik. Mungkin kalian yang baca juga udah pada tau, tapi yaaaa apa salahnya kalo kita sedikit mengingat dongeng anak-anak yang kini lambat laun berganti jadi sinetron =_=a

309850_3617483015774_849085859_n

Alkisah (di dongeng yang dulu saya baca) ada seorang gadis yang tinggal di hutan dan rajin sekali menenun kain. Namanya Dayang Sumbi. Ia tinggal sendirian di suatu gubuk yang berada di atas pohon. Suatu hari ketika Ia sedang menenun, benang tenunnya jatuh ke tanah, Dayang SUmbi lalu bergumam dalam hati “jika ada orang yang berbaik hati mau mengambilkan benang tenunku, jika ia perempuan akan kujadikan ia saudara ku, dan jika ia laki-laki akan kujadikan ia suamiku”. Dayang Sumbi menunggu hingga tak berapa lama kemudian terdengarlah suara seseorang mendekati gubug kediamannnya. Namun tak sesuai dengan yang diharapkan, ternyata yang mengambilkan benang tenun Dayang Sumbi adalah seekor anjing hutan. betapa terkejutnya Dayang Sumbi dan Ia kebingungan, tetapi ajaibnya, anjing tadi berubah menjelma menjadi seorang pria tampan yang bernama Tumang. Sesuai dengan janjinya, Ia menjadikan Tumang sebagai suaminya, mereka menikah dan mempunyai seorang anak laki-laki yang mereka beri nama Sangkuriang.

Tahun berlalu, Sangkuriang tumbuh menjadi seorang yang tangkas dan pandai berburu, tentu saja Ia tidak sendirian. Ia selalu berburu dengan Tumang dalam wujud seekor anjing yang tak lain adalah ayahnya. Sangkuriang tak pernah tau siapa tumang sebenarnya. Ia hanya menganggap Tumang seekor anjing hutan biasa temannya bermain. Suatu hari, Dayang Sumbi menginginkan memakan hati babi rusa, Ia meminta Sangkuriang untuk berburu. Pergilah Sangkuriang dan Tumang mencari pesanan sang Ibunda. Namun apes nampaknya, hari itu tak ada satu babi rusa pun yang muncul. Sangkuriang cemas dan takut dimarahi ibunya, dengan gelap mata Ia membunuh Tumang dan mengambil hatinya untuk diberikan pada Ibunya. Singkat cerita, saat dayang sumbi tau bahwa hati yang diberikan padanya adalah hati suaminya sendiri, Ia memukul kepala sangkuriang dengan centong nasi dan mengusir sangkuriang dari rumahnya.

bertahun-tahun kemudian, Sangkuriang tumbuh menjadi pria dewasa yang tampan. Ia dipertemukan kembali dengan Dayang Sumbi, namun kali ini Ia jatuh cinta pada ibunya sendiri. Ia bertekad untuk melamar Dayang Sumbi. ketika melihat bekas luka di kepala sangkuriang, Ia teringat akan anaknya dahulu, dan tersadarlah Dayang Sumbi bahwa Ia akan dipersusnting oleh anaknya sendiri. Maka untuk menggagalkan tekad anaknya itu, Dayang Sumbi mengajukan sebuah syarat, yaitu Sangkuriang harus mampu membuat sebuah perahu besar untuk mereka berlayar bulan madu dalam waktu 1 malam. Sangkuriang menyanggupinya karena Ia dibantu oleh kawanan Jin. Dayang Sumbi tak tinggal diam, Ia memukul lisung dan mengumpulkan ayam jago agar berkokok tanda fajar telah datang. kawanan Jin pun lari tunggang langgang karena mengira pagi telah tiba. Dayang Sumbi menjelaskan pada Sangkuriang bahwa Ia adalah ibu kandungnya, namun Sangkuriang tidak percaya dan marah. karena tidak terima dengan pernyataan Dayang Sumbi, Ia menendang perahu buatannya yang hampir selesai. perahu tersebut terbalik dan ‘konon’ perahu itulah yang kini menjadi Gunung Tangkuban Parahu. Kata Tangkuban Parahu sendiri diambil dari bahasa Sunda, Tangkub berasal dari kata Nangkub yang artiya terbalik. Dan sekilas, jika dilihat dari kejauhan bentuk gunung ini memang seperti perahu yang terbalik.

Mengenai kebenaran dongeng ini, yaaa siapa yang tau. Yang jelas, sudah sewajarnya kita sebagai penikmat keindahan alam tetap menjaga kelestarian dari lingkungan sekitar kita. Jaga kebersihannya dan jangan sesekali membuang sampah sembarangan. Keep it clean guys! Open-mouthed smile

3

ini salah satu gambar saya bersama ke-enam teman saya di salah satu sisi dari Gunung Tangkuban Parahu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s