Berantas HIV? Siapa Takut!

 

Human Immunodeficiency Virus atau biasa disebut HIV. Siapa yang tidak kenal dengan penyakit yang satu ini. Penyakit ini termasuk penyakit menular seksual. Yaitu penyakit yang ditularkan dari penderita kepada orang lain melalui hubungan seksual. Penyakit ini juga merupakan penyakit yang ditakuti karena belum ada pengobatan medik yang tepat untuk menyenmbuhkan penyakit ini. Namun berdasarkan referensi dari VOA Indonesia pada tanggal 20 Juli 2012 oleh Fathiyah Wardah dalam artikel nya yang berjudul “Penyebaran HIV Melalui Transmisi Seksual Meningkat”, menyatakan bahwa saat ini penyebaran HIV terutama melalui transmisi seksual meningkat sebanyak 76% pada tahun 2011. Dari data tersebut dikatakan bahwa sekitar 6,5 juta warga Indonesia tertular HIV dan 2 juta diantaranya adalah Ibu rumah tangga yang suaminya “bermain” dengan Penjaja Seks Komersial (PSK) dan erat kaitannya dengan posisi perempuan di masyarakat yang bebasis kesetaraan gender. Mereka cenderung mengalah pada suami dalam suatu sturktur hubungan.

Hal ini memang masih menjadi Fenomena Gunug Es di Indonesia. Karena tidak sedikit para Ibu yang tertular HIV cenderung menutupi sakit mereka atau bahkan tidak mengetahui bahwa mereka tertular HIV!

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk menurunkan tingkat penyebaran HIV ini?

Untuk pencegahan HIV, sebenarnya memerlukan kesadaran diri dari kelompok yang tertular. Namun sebelumnya pencegahan yang mendasar ditujukan untuk semua orang, dengan menggunakan rumus ABCD, yaitu :

-Abstinence , yaitu menahan nafsu. Apabila nafsu untuk melakukan kegiatan seksual sebelum nikah atau dengan penjaja seks komersial dapat teratasi, maka penyebaran seksual melalui transmisi seks tidak akan terjadi.

-Be Faithful, setia lah pada satu pasangan, dan jangan melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu orang. Karena kita tidak tahu apakah orang tersebut menderita HIV atau tidak.

-Condoms. Apabila telah terlanjur terinfeksi HIV, makan hendaklah menggunakan alat kontrasepsi satu ini untuk mencegah terjadi nya penularan HIV.

-Drug no. Sebagaimana kita ketahui, salah satu penularan HIV juga berasal dari penggunaan Jarum suntik.

WHO sendiri menyarankan pemakaian Antiretroviral (ARVs) kepada pasangan dari pengidap HIV untuk meningkatkan dan menguatkan sistem imunitas mereka dan mengurangi transmisi penyebaran HIV. ARVs juga sebaiknya digunakan bagi mereka yang mengidap penyakit HIV. Mereka bisa mulai menggunakan ARVs ketika sistem Imunitas mereka turun.ARVs ini direkomendasikan kepada pengidap HIV dengan CD4 (sel imunitas) dengan jumlah antara 350-500 sel. Namun sebelumnya perlu diketahui bahwa ARVs memiliki efek samping jika digunakan bersamaan dengan obat-obatan lain termasuk alkohol. Efek samping yang ditimbulkan biasanya berupa sakit perut, anemia, jaundice atau kuning, pankreasitis, gagal ginjal, dan lain-lain. Oleh karena itu, pemakaian dan pemilihan ARVs harus dikontrol oleh pihak petugas kesehatan dan sebisa mungkin tidak digunakan pada pasien yang memiliki sensitifitas tinggi terhadap obat ini.

Selain itu, pencegahan bisa dilakukan dengan meningkatkan keterampilan (skills) dan pengetahuan (knowledge) dengan cara atau metode yang sesuai dengan kepercayaan dan budaya setempat. Upaya ini biasa dikenal dengan istilah KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi). Cara ini bisa dilakukan dengan mengadakan penyuluhan, Advokasi, seminar, dan konseling kepada petugas kesehatan daerah setempat untuk masyarakat umum serta mempromosikan penggunaan kondom dengan tepat pada perilaku seks beresiko.

Pencegahan lainnya bisa dilakukan dengan melakukan skrining atau VCT (Voluntary Counseling and Testing). VCT ini memiliki keuntungan yang salah satunya adalah memutus mata rantai penyebaran HIV di kalangan masyarakat. Adapun pemeriksaan yang dilakukan terdiri dari tiga tahap. Pertama, konseling pra-testing HIV yaitu konseling yang dilakukan untuk memberitahu pasien mengenai prosedur pemeriksaan HIV. Kedua, Testing HIV. Dan ketiga, Konseling pasca testing HIV yaitu konseling yang dilakukan terhadap pasien yang telah mengikuti prosedur test HIV dan memberitahukan hasil test tersebut serta apa yang harus dilakukan apabila hasilnya positif maupun negatif.

Penyebaran HIV bisa diturunkan. Masih ada secercah harapan untuk bangsa Indonesia bangkit melawan HIV. Mari, Kita berantas HIV !

 

Referensi : http://www.who.int/mediacentre/news/releases/2012/hiv_medication_20120718/en/index.html

http://multimediabersatu.files.wordpress.com/2010/12/hiv2.jpg

http://www.voaindonesia.com/content/penyebaran-hiv-melalui-transmisi-seksual-meningkat/1441727.html

http://pusatmedis.com/wp-content/uploads/2009/04/kartun_kondom-300×282.jpg

http://www.menegpp.go.id/aplikasidata/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=256&Itemid=61

7 thoughts on “Berantas HIV? Siapa Takut!

  1. Dan salah satu solusinya adalah memperbanyak kegiatan yang positif dan perkuat iman pada masing-masing pribadinya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s