PBL Jiwa

417594_441494945890774_338316561_n

Praktik Belajar Lapangan atau biasa kita singkat PBL, memang sebuah ritual wajib yang dilaksanakan setiap menjelang akhir semester.. Berbeda dengan akhir semester kemarin (dihabiskan dengan praktik di RSUD Cibabat, Cimahi) kali ini saya bersama rekan-rekan berpraktik di RSJ PROVINSI JAWA BARAT, yang terletak di Cisarua, Lembang. Rumah sakit jiwa ini merupakan gabungan dari rumah sakit jiwa yang dulu ada di jalan Riau 11 dengan rumah sakit jiwa cimahi.

Awal praktik sebenarnya saya merasa bingung dan cenderung tidak tahu apa yang harus dilakukan, namun setelah dijalani saya mengerti mengapa perlu belajar mengenai status kejiwaan mereka .. Gangguan Jiwa yang diidap mereka bukan serta merta terjadi begitu saja, namun bisa dipicu oleh beberapa pencetus, seperti memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan, menerima perilaku kekerasan, adanya faktor turunan, mengidap penyakit tertentu, bahkan faktor perekonomian rendah pun bisa memicu terjadinya gangguan kejiwaan. Praktik ini memang hanya dilakukan selama 3 hari.Kami yang berjumlah 32 orang dibagi ke dalam 10 kelompok dan bertugas di 2 ruangan yaitu Merpati dan Cendrawasih. Dari sini kami bisa melihat secara langsung bagaimana perilaku orang-orang dengan Waham Kebesaran, Halusinasi, dan Harga Diri Rendah.

Waham Kebesaran sendiri ditemukan pada seorang pasien berinisial Ny. E yang mengaku bahwa dirinya seornag yang paling cantik, memiliki hara berlimpah,  memegang jabatan sebagai seorang direktur perusahaan, dan memiliki pabrik dimana-mana . Ia kerap menyebutkan berulang-ulang mengenai harta dan semua prestasi dirinya yang pada kenyataannya tidak ada. Surprised smile

Kasus lainnya yaitu Halusinasi, merupakan kasus dasar yang banyak diidap oleh orang-orang gangguan kejiwaan. Seperti ditemukan pada Ny. I . Pada waktu-waktu tertentu, Ia terlihat normal dan tak bermasalah, namun ketika halusinasi itu datang, Ia terlihat sangat kacau dan tidak karuan. Halusinasi yang Ia alami biasanya adalah halusinasi pendengaran (mendengar orang yang sedang berbisik, mengejek atau bahkan menertawakannya) , dan halusinasi penglihatan (Ia melihat seseorang yang tidaj bisa dilihat orang lain). Ia juga kerap berbicara sendiri dengan perkataan yang agak tidak pantas didengar.

Kasus Harga Diri Rendah , ditemukan pada Ny. T yang tidak bisa diajak bicara dengan ornag lain. Contohnya saja, ketika rekan saya mengajak nya berkomunikasi, Ia hanya mengeluarkan 2 patah kata “gak mau” dan “gak tau”. Kepalanya menunduk, kontak matanya minus, dan tidak fokus terhadap pertanyaan yang diajukan.. Benar-benar menguji kesabaran .. – _ –

Meskipun begitu, kami merasa senang bisa berjumpa dan mengenal mereka satu persatu.. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga dan sayang untuk dilewatkan begitu saja..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s