Panggung Kehidupan

“Dunia ini, panggung sandiwara……..”

feat cleb bisnis6KF0H

Sebagian dari kalian pasti pernah denger lah lirik lagu ini. Memang lagu jadul, tapi cukup dikenal juga d telinga anak-anak zaman sekarang. Kalo didenger-denger lagi nih ya, lirik nya emang bener. Dunia ini tuh bagaikan panggung sandiwara. Kita bisa jadi sutradara, jadi artis, jadi pengatur suara, jadi pengatur tata ruang, make up dan semua orang yang terlibat dalam sebuah pertunjukan untuk hidup kita yang diibaratkan sebagai sebuah panggung.

fimm

Kita sebagai sutradara akan membuat sebuah skenario yang akan diperankan oleh seorang artis/aktor, layaknya kita sedang berpikir apa yang kita lakukan hari ini, esok atau bahkan mengevaluasi kejadian kemarin. Selain itu, sebagai sutradara handal kita bisa meneruskan alur cerita yang ada atau bahkan memutar balik alur kembali ke titik awal.

Kita sebagai seorang artis/aktor, akan memerankan skenario yang telah dibuat oleh sutradara lengkap dengan berbagai ekspresi di dalamnya. Seperti halnya ketika kita mengekspresikan apa yang kita rasakan. Bisa sebagai antagonis ketika kita sedang marah dan bertentangan dengan prinsip orang lain. Sebagai protagonis ketika kita sedang “normal” dan sejalan dengan prinsip orang lain. Oia, kadang kita juga bisa berperan mengikuti gaya sutradara tersebut saat menulis skenario. Sebagai orang pertama, orang kedua atau orang ketiga dalam cerita.

Sebagai pengatur suara dan tata ruang, mungkin kurang tersorot kamera. Tapi percaya atau tidak, mereka berpengaruh dalam pertunjukan kita. Kita bisa menyuarakan apa yang kita pikirkan dengan suara lantang layaknya sebuah dialog. Bisa berkata dalam hati saja ketika tak ingin orang tau apa yang kita pikirkan dan berbicara pada diri sendiri saat kita mengkhayal seperti sebuah monolog.

Penata make up juga berperan penting loh. Tanpa mereka, artis yang keliatan biasa aja ngga akan terlihat wah! Sebagai penata make up, harus bisa membuat artis nya terlihat menarik dengan dandanan yang pas. Begitu pula ketika kita akan bepergian ke sebuah tempat, kita pasti memilah dan memilih mana baju yang akan kita pakai, menyesuaikan dengan tema dan tentunya ngga mau kan dibilang salah kostum?

Pada intinya, kita yang hanya punya satu tubuh ini mampu menjalankan berbagai profesi di atas. Menyusun naskah dan memerankannya.

Tapi sesungguhnya, menjalankan hidup tak semudah perjalanan di panggung sandiwara ini, kita tidak hanya dituntut untuk menyelesaikan cerita kita, tapi juga dituntut untuk membuat cerita orang lain ikut berjalan. Oleh karena itu, sebagai sutradara yang baik, otak kita harus bisa berpikir dua kali lipat lebih jauh untuk melihat dan menerawang cerita orang lain, dan pada plot manakah artis (diri) kita harus masuk pada cerita mereka, kapan pula harus keluar. Dan tentunya, sebagai artis dalam hidup kita sendiri, kita harus bisa menyesuaikan emosi dan peran kita dalam cerita orang lain. Kita ada untuk menyelesaikan cerita kita, dan membantu cerita mereka berjalan, bukan malah membuat cerita mereka berantakan. Annoyed

So, pinter-pinter lah membuat skenario untuk cerita kita sekaligus cerita orang lain. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bisa bermanfaat dan membawa aura positif buat mereka. Dan kita rubah panggung sandiwara ini menjadi panggung kehidupan. Keep’n try guys! We know we can do our best!Winking smile

Advertisements

3 thoughts on “Panggung Kehidupan

  1. iya memang seharusnya kita ngga bersandiwara, tapi sekarang ini susah ngebedain mana yang dari hati sama yang bersandiwara.. pinter2 kita aja deh itu mah ngeliatnya.. makasih udah berkunjung 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s