Secarik Kisah Tentangmu…

Sabtu, 10 Desember 2011.. Kali pertama aku melihatnya terbaring lemah ditemani selang-selang infus di daerah bahu nya. Selang bantu pernafasan pun turut melengkapi bagian hidungnya. Tatapannya lemah, namun beruntung Ia masih mengingat namaku. Beberapa kali Ia katakan Ia bosan, tak sabar dan ingin pulang. “Siapa sih yang sabar di Rumah Sakit?” Itu kata-kata yang terlontar ketika ku sarankan untuk sabar.. Ya, memang benar, 3 minggu terbaring di tempat tidur bukanlah hal yang mengasyikkan. Aku pun duduk disampingnya, Ia mengulurkan tangannya kepadaku. Semula aku tak merasakan apa-apa, namun ketika Ia menggenggam tangan ku dengan erat, barulah kurasakan sesuatu yang berbeda.. Lewat genggamannya itu, seolah-olah Ia berkata “Maaf. Aku pengen sembuh, tapi aku ngga yakin aku kuat”. Namun ketika aku katakan padanya untuk kuat, dan tetap berjuang menghadapi sakitnya, Ia mengangguk. Aku yakin Ia masih sanggup melewati masa-masa kritisnya.. Sempat terbesit di hati ku saat melihat helm bertuliskan biar kecil calon orang berhasil “kayanya aku bakal kangen helm ini deh”..  Namun kutepis prasangka itu dan melangkahkan kaki dengan harapan kehadiranku akan membuat kondisi nya membaik..

Minggu, 11 Desember 2011.. Dua orang temanku berkunjung ke RS dengan tujuan yang sama, memberi dukungan moril untuknya. Namun begitu terkejutnya aku ketika salah seorang dari mereka memberitahuku bahwa keadaannya memburuk. Doa terus kupanjatkan untuk kesembuhannya.. Dua hari berlalu. Tiba pada hari Rabu, 14 Desember 2011.. Aku merasa lega ketika Ia sudah sampai di rumahnya. Namun tak lama dari itu, lagi-lagi aku dikejutkan dengan kabar bahwa Ia sudah tiada.. Tuhan punya kehendak lain, mungkin Tuhan sudah rindu padanya..

tak banyak yang dapat ku lontarkan selain kalimat “Innalillahi Wa Innailaihi Raji’un” .. Malam itu juga aku meluncur ke rumah duka, dan setibanya disana kulihat rumahnya sudah dipenuhi oleh handai taulan dan rekan-rekannya..

G-Hu

Ia orang baik, selalu menghibur teman yang sedih, berjiwa sosial, dan selalu siap membantu orang di sekitarnya jika mendapat masalah.. Ia orang yang selalu ceria meskipun beban kehidupan ada di pundaknya.. Ia, orang terhebat yang pernah memimpinku selama 2 tahun.. Ia, orang yang takkan kulupakan meskipun raganya tlah rata dengan tanah… Selamat Jalan kawanku, takkan ada yang bisa menggantikanmu di hati kami… We’ll always Love and pray for you…